Kematian Pembalap Motor & Pemimpin Negara Versi Pers Barat

Kali ini saya mau sekedar sharing unek-unek gak enak yang ada di hati saya tentang dunia pers yang ada di barat khususnya Amerika. Saya memang gak terlalu faham tentang politik & berita-berita internasional. Tapi disini saya mau sekedar sharing pandangan saya mengenai pers dunia barat yang saya amati akhir-akhir ini meski dalam sudut pandang saya sebagai orang awam.

Amerika memang besar. Besar Ekonominya, Besar Ideologinya, Besar Teknologinya, Besar Militernya & Besar Media Persnya. Tapi apakah yang selalu mendapat kategori Ter- itu selalu Amerika yang dipredikatkan terbaik. TIDAK !!!

Dalam banyak bidang Amerika memang sering memimpin, tapi tidak untuk dunia pers. Pers Amerika banyak yang kita ketahui memiliki tujua menjaga citra pemerintahan tidak bersihnya & membuat dirinya merasa paling benar di mata dunia internasional.

https://i2.wp.com/gugling.com/wp-content/uploads/2011/10/Marco-Simoncelli-Meninggal-Dunia.jpghttps://i0.wp.com/img.ibtimes.com/www/data/images/full/2011/10/23/177959-moammar-gadhafi-dead-final-moments-captured-before-the-mad-dog-died-gr.jpg

Mengapa ? Yah. Hari ini saya sangat miris banyak teman-teman saya yang lebih peduli akan kematian seorang pembalap motor yang menurut saya mati dengan wajar. Kematiannya memang saya akui mengenaskan, yah tapi itulah resiko seorang pembalap bukan. Beda halnya pandangan pers Barat- Amerika khususnya- atas kematian seorang pemimpin negara berdaulat Libya, Che Ghadafi (Bung Qhadafi) yang dibunuh secara tragis oleh pasukan pemberontak. Memang pembunuhnya bukan tentara Amerika, namun secara tidak langsung Amerika adalah dalang utama dalam kasus besar ini.

Amerika mencampuri pengkudetaan seorang pemimpin di suatu negara berdaulat yang jelas-jelas adalah tindakan imperialis gaya baru. Atas nama Demokrasi negara-negara kapitalis itu menghancurkan musuh-musuhnya. Atas nama demokrasi che Qhadafi tersingkir secara tragis. Tapi coba lihat antek-antek Amerika yang sebenarnya tidak punya nilai demokrasi dalam pemerintahnya, Arab & Melesia misalnya. Pers & demokrasi begitu di kekang di negara-negara ini, namun mereka adalah budak setia Amerika, pernahkah Amerika mengungkit masalah demokrasi di negara-negara itu. Tidak! Asalkan mereka terus jadi budak.

Bahkan pers Indonesia jauh lebih maju & netral dari pers Amerika. Hati-hati Indonesia, buka mata, buka hati, buka pikiran.

About tommywahyuutomo

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, BEM FIB UI divisi Media Kreatif & anggota ISJUI.

Posted on Oktober 23, 2011, in Internasional, Mass Media and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: