4 Jenis Acara TV yang Membuat Indonesia TIDAK JUJUR

Televisi masih menjadi media masa terfavorit di Indonesia. Tiap rumah bahkan tiap kamar di suatu rumah di Indonesia memilikinya. Tapi acara & bentuk informasi yang disampaikan tidalah benar semua, tentu sebagai masyarakat yang cerdas kita harus memfilter jenis-jenis acar televisi seperti apa yan patut kita contoh. Berkut adalah gambaran singkat (lain kali akan saya posting lebih detail) tentang 4 jenis acara TV yang mendoktrin publik untuk tidak berbuat Jujur :

 

1. Lip Sync

Dulu semasa SD saya juga pernah bercita-cita jadi penyanyi profesional. Yah jaman itu sedang ngetop-ngetopnya acara Akademi Fantasi Indonesia. Yang mungkin ajang pencari bakat pertama yang mendobrak cara voting melalui SMS itu. Saya begitu memperhatikan show mereka tiap minggu & bagaimana keseharian mereka dalam melatih kualitas vokalnya.

Bahkan di China saja, lip sync itu dianggap penipuan publik:/

 

2. (Un)reality Show

https://i1.wp.com/www.rujakmanis.com/gallery2/d/8510-2/mandala+white_.jpgDari namanya saja sudah jelas Reality Show, tapi kenyataannya itu semua sebnarnya Rekayasa show.  Reality show sebenarnya adalah acara yang menampilkan suatu masalah/ realita dalam masyarakat dengan tanpa kebohongan atau diambil dari fakta di lapangan. Tapi itu berubah, definisi realiti show sekarang adalah “Suatu acara rekayasa untuk menaikan rating chanel TV”. Yah itulah faktanya, sudah tidak usah saya sebutkan contoh acar seperti ini, pasti Anda jauh lebih faham daripada saya.

2. Shitnetron

Shitnetron bukanlah sinteron ! Ingat itu ! Shitnetron adalah turunan dari sinetron namun berada di jalan yang sesat. Isi drama ini hanyalah https://i1.wp.com/suraincoe.hexat.com/files/poster-sinetron-putri-yang-ditukar.jpgbagaimana satu golongan jahat melawan golongan baik, yang gak lain tujuannya adalah Harta. Bahkan jenis drama menyedihkan ini ada yang tampil hingga 8 tahun (baca : Shitnetron Tersanjung ) & bahkan ada yang ditayangkan di chanel tv swasta selama hampir 5 jam (baca : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8608871 ). Dan HEBATnya acara-acara tersebut bisa masuk nominasi Panasonic Award.

 3. Infotaiment

Yah memang kalau bukan objek utamanya bukan selebritis mau siapa lagi. Yang gak saya suka dari tayangan ini adalah bukan isi beritanya, saya gak terlalu peduli akan hal itu. Tapi yang saya sayangkan adalah, infotaiment menjadi ajang selebriti tebar pesona dengan berbagai cara. Mulai dari yang wajar untuk ditampilkan sampai hal-hal kontroversial. Hingga muncul paradigma masyarakat yang menyebut bahwa Selebriti adalah Public Figure, jelas itu Salah, akan saya posting di postingan berikutnya.

Saya sempat tertawa geli melihat artis prempuan yang masih muda yang menyebut dirinya sangat Indonesia, padahal fakta dilapangan ketika di test menghafal Pancasila di acara John Pantau (Realiti show beneran😛 ) dia tidak bisa & malah tertawa sok manis di depan kamera seakan tidak punya dosa. Public Figure NASIONALIS ?

About tommywahyuutomo

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, BEM FIB UI divisi Media Kreatif & anggota ISJUI.

Posted on Juli 20, 2011, in Mass Media, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: