Selamat Jalan Pak Atria Ronny Rumecky

Berita duka cita dari seorang abdi negara di sekolah saya, SMA Negri 40 Jakarta. Seorang abdi negara yg disebut-sebut sebagai abdi negara tanpa tanda jasa.

Baru saja beliau meninggalkan dunia yang fana ini. Beliau mengalami kecelakaan di jalan raya selesai jam kerja sekolah dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Saya sendiri sebenarnya kurang tahu persis kejadiannya. Karena kejadian ini baru beredar via sms dan jejaring sosial. Awalnya saya sangat tidak percaya. Tapi berbagai nara sumber yang berbicara adalah orang-orang yang perkataanya sangat bisa dipercaya. Mulai dari wakil anggota OSIS hingga salah seorang guru, bahkan adik beliau sendiri via wall facebook mendiang kakaknya.

Sontak saya kaget. Pasalnya baru tadi pagi saya saling menyapa dengan beliau. Saya masih sempat beliau senyum-senyum mengawasi anak-anak yang sedang upacara hari senin, tak seperti biasanya yang tegas & lumayan galak. Hal itu sekan memberi pertanda akan kejadian ini.

Yang saya dengar dari teman-teman OSIS yang menghadiri proses pemakamannya hingga tengah malam, beliau meninggal setelah motor yang ia tumpangi mengalami kecelakaan beruntun. Hingga beliau dan 2 pengendara motor lainnya juga mengalami nasib naas. Sang supir Truk Volcker yang menyeremper & menyebabkan kecelakaan naas di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjun Priouk itu pun kabur, melarikan diri.

 

https://i0.wp.com/a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/215646_213965651965802_100000571055078_800887_3850649_n.jpg

Yang sangat say ingat betul dari dia adalah sosok guru yang sangat nyentrik di sekolah saya, meskipun bukan satu-satunya. Saat ia mengajar saja, kelas disulapnya menjadi suasana 80-andengan alunan musik-musik Rolling Stone dari handphone nya. Yah memang beliau sangat suka dengan band legendaris ini. Foto disamping adalah foto saat ia manggung di acara HUT sekolah kami yang ke-35 bersama iringan musik Krontjong ToeGoe.

Beliau suka mengkritik karya-karya saya, tapi memberi saya apresiasi yang lebih karena karya saya tak jarang berbeda dengan teman lainnya, atau bahkan yang ia perintahkan. Tapi beliau bilang, “Yah itulah seni.”

Selain itu beliau juga guru yang paling toleran dah gampang begaul dengan murid-muridnya. Walau sering  menggunakan bahasa Gue-Elo kepada murid didikannya, tapi norma dan aturan tetaplah nomor satu. Meski saya sendiri termasuk orang baru disekolah ini, namun saya suka guru-guru nyentrik seperti beliau. Akibat kejadian naas yang menimpa almarhum, kini wallfacebooknya bagaikan toko bunga, banyak menyampaikan suka-duka & memori-memori dengan beliau di wall facebooknya, walau beliau sendiri sudah tak ada.

May God bless you Sir..

I hope all your charity received in the hand of god, our prayers always beside you..

Good bye, sir. Good bye..
Thanks for teaching us patiently..

Rest In Peace, Sir Atria RonStones Rumecky

Best teacher art design i know..

About tommywahyuutomo

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, BEM FIB UI divisi Media Kreatif & anggota ISJUI.

Posted on Juli 11, 2011, in Sekolah, Tokoh and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: