Budaya Masa Orientasi Siswa, Say no to Senior-Junior Practice!!!

Hari ini, mayoritas sekolah di DKI Jakarta dari berbagai jenjang, mulai SD sampai SMA atau bahkan lembaga tidak pendidikan tidak formal seperti TK atau PlayGroup kembali memulai aktifitasnya.

Terlihat di jalan-jalan ibukota banyak sekali peserta didik baru. Yah, seperti biasa tentunya. Gak sedikit dari mereka berpenampilan aneh. Mulai dari sekedar memakai banyak kunciran di rambutnya, hingga topi & berbagai hiasa aneh menjadi atribut mere. Dalam hati, “Masih ada aja peserta MOS yang gokil banget tampilannya. Perasaan jaman gue dulu gak seheboh ini deh”.

Pertanyaanya.

Apa kostum-kostum serba aneh ini berpengaruh ke dalam mutu pesertanya?

Kalau menurut saya pribadi sih, sebenarnya cuman buat seru-seruan aja. Yah namanya juga saat pertama masuk ke wilayah pendidikan baru, tentu kita ingin ada kesan yang sulit dilupakan di masa-masa ini. Terlebih masa SMA.

Tapi sebenarnya juga gak terlalu mempengaruhi kualitas pendidikan tersebut. Malah yang saya lihat di lapangan, banyak peserta MOS yang mengaku kesal dengan para seniornya. Terutama kesal pada atribut-atribut MOS yang susah dicari. Seperti produk makanan atau minuman yang susah ditebak atau dicari. Misalnya, minuman M one Z one, yang gak lain adala Mizone dan lain sebagainya. Pasalnya sudah susah mencari & menebak biasanya di berikan kepada kakak seniornya.

Karena saya sendiri pernah 2x menjadi panitia MOS di masa SMP. Beda dengan sekarang di masa SMA. Tapi karena ketertarikan saya dengan kegiatan ini, rasanya tertarik juga untuk mengabadikan momen-momen ini.

OK. Kembali ke topik. Selain sisi jelek MOS di mata junior. Masih ada kemungkinan adanya sisi baik MOS bagi mutu pendidikan. Misalnya, bisa saja para junior mendapat partner sejatinya dalam menempuh pendidikan. Atau bisa saja karena banyak pengalaman seru di masa MOS nya, mereka jadi punya semangat belajar yang lebih.

Yah intinya, itulah budaya. Meskipun banyak salah-benarnya, tetap saja rasanya sulit untuk ditinggalkan. Yang penting di masa MOS adalah, Tanamkan semangat belajar teman baru beda angkatan & hindari budaya Senior-Junior.

Cheeersss

Terima kasih d^_^b

About tommywahyuutomo

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, BEM FIB UI divisi Media Kreatif & anggota ISJUI.

Posted on Juli 11, 2011, in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: